Rabu, 14 Desember 2016

Mengenal Permainan Tradisional Maqgalaceng Dari Sulawesi Selatan

Maqgalaceng adalah salah satu permainan tradisional Melayu dari Sulawesi Selatan yang mirip seperti permainan dakon di Jawa. Permainan ini dimainkan saat ada upacara kematian di Sulawesi Selatan. Permainan ini dimainkan dengan memindahkan butir-butir atau biji buah asem ke dalam lubang-lubang. Seperti permainan dakon pada umumnya maqgalaceng atau aqgalacang terbuat dari kayu atau plastik dan biji asam atau batu. Permainan ini dimainkan oleh dua orang dan bisa dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Mabbetta adalah salah satu aturan dalam permainan ini. Jika biji si pemain jatuh di lubang yang kosong di daerahnya sedangkan lubang lawan yang ada di depannya berisi, maka biji dalam lubang lawannya itu menjadi miliknya. Aturan lainnya adalah Maqdappen. Maqdappen memiliki aturan apabila biji si pemain habis atau jatuh pada lubang lawan yang berisi 3 biji, maka biji lawan tersebut menjadi miliknya. Selanjutnya adalah aturan dari gabungan mabbetta dan maqdappeng. Aturan ini yang sering digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Aturan terakhir adalah Sigoppoe. Jika lubang besar tidak diisi biji, melainkan hanya sebagai tempat biji kemenangan.


Gambar 1. Permainan Maqgalaceng Atau Dikenal Sebagai Dakon

Sebelum memulai permainan, pemain memilih aturan yang akan digunakan. Salah satu dari pemain tersebut harus ada yang memulai untuk mengisikan atau memutar biji-biji ke lubang. Biji diambil lalu diputarkan dari kanan ke kiri. Semua lubang diisi dengan satu biji termasuk dua lubang yang besar. Jika biji habis pada lubang yang masih ada bijinya, maka biji diambil lalu diputarkan lagi. Tetapi jika pada lubang yang kosong, maka pemain lawan yang memutar biji. Semua itu dilakukan sampai semua biji masuk ke lubang induk. Menang dan kalah ditentukan dari banyaknya jumlah biji yang terkumpul di lubang induk.

Permainan maqgalaceng mengandung nilai-nilai bagi kehidupan orang Sulsel. Permainan maqgalaceng terdapat unsur ketelitian dalam memutarkan biji-biji supaya bisa memperkirakan di mana lubang biji tersebut akan habis. Ketelitian dan ketajaman ingatannya, misalnya mengingat pertama kali mengambil biji agar tidak jatuh pada lubang yang kosong. Terdapat unsur seni yaitu dari alat maqgalaceng itu sendiri terdapat ukiran bentuk ular atau burung yang unik. Selain itu, alat itu sendiri dijadikan sebagai barang antik yang bisa dijadikan sebagai bukti adanya permainan tradisional dari daerah tersebut. Terdapat unsur berhitung karena saat memutarkan biji-biji pemain harus menghitung dengan cermat terlebih dahulu jumlah biji yang akan diputar, jangan sampai jatuh ke lubang yang kosong.

Permainan maqgalaceng adalah salah satu permainan tradisional yang bisa dikatakan sudah menjadi bagian tradisi dari masyarakat Sulawesi Selatan. Dengan adanya pemahaman tentang permainan tradisional dari suatu daerah seperti permainan maqgalaceng ini bisa membuat semua orang lebih mengenal dengan tradisi yang ada di setiap daerah di Indonesia.

Oleh: Jenny

Gambar:
https://2.bp.blogspot.com/-VWhzt_UusGg/U0eoj-OM2RI/AAAAAAAAAPI/60q_XFTr-YM/s1600/IMG_0007_2.JPG

Related Posts :