Kamis, 06 Oktober 2016

Uji Nyali dengan Permainan Tradisional Sepak Sawut

Olahraga yang paling diminati di seluruh dunia adalah sepak bola. Tapi apa jadinya jika bola yang digunakan pada permainan itu diganti dengan bola api yang terbuat dari buah kelapa yang keras, akankah permainan tersebut banyak yang meminatinya juga?

Ternyata di Kalimantan Tengah, kondisi itulah pula yang berlaku pada permainan tradisional yang mereka sebut dengan nama Sepak Sawut. Bola yang digunakan bukanlah bola kulit buatan pabrik sport, tapi bola yang tercipta alami dari alam yaitu buah kelapa. Hebatnya buah kelapa itu dimainkan dengan dimasukkan pada minyak agar bisa terbakar, sehingga jadilah bola api. Supaya apinya tidak mudah padam, satu hari sebelum pertandingan, buah-buah kelapa itu yang sudah dibuang airnya di rendam dalam minyak tanah atau solar. Barulah saat pertandingan dimulai, buah kelapa itu dibakar untuk dimainkan.


Gambar 1: Permainan Tradisional Sepak Sawut

Dulunya permainan tradisional sepak sawut diadakan dalam rangka mengisi waktu luang, misalnya sebelum membuka ladang atau menunggu hasil panen. Sekilas permainan ini memang terlihat berbahaya. Apalagi para pemain menendang bola api itu tanpa menggunakan alas kaki atau sepatu khusus. Malah kadang ada yang bertelanjang dada saat memainkan permainan sepak sawut. Seakan tidak ada kekhawatirran jika bola api itu mengenai tubuhnya. Karena tentu saja, bisa menyebabkan kulitnya terbakar.

Tapi anehnya, meskipun tanpa unsur magic apapun, masyarakat sangat antusias dalam bermain sepak sawut. Apalagi bagi mereka yang sudah berpengalaman. Tidak ada lagi keraguan jika nantinya sehabis bermain akan mengalami cedera kaki atau kulitnya yang parah akibat luka bakar. Dan memang, selama ini jarang sampai ada pemain yang mengalami luka yang begitu parah. Hal itu tidak terlepas dari pengalaman mereka yang umumnya sudah mengetahui teknik-teknik antisipasi dalam memainkan sepak sawut ini, seperti misalnya mengoleskan kaki dengan odol gigi untuk mengurangi cedera.


Gambar 2: Pemain menendang bola ke gawang

Permainan sepak sawut persis dilakukan seperti permainan sepak bola atau futsal yang kita kenal. Cuma bisa dikatakan permainan sepak sawut adalah versi sederhananya. Durasi permainan lebih singkat (2x 10 menit) dengan ukuran lapangan yang lebih kecil. Jumlah pemain juga hanya 5 orang tiap tim, termasuk di dalamnya berperan sebagai kiper. Menariknya pada kiper tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan yang biasa dipakai pada seorang kiper umumnya. Tanpa menggunakan sarung pengaman, seorang kiper harus menjaga gawang agar tidak kebobolan.

Dengan keadaan itu, permainan sepak sawut memang menguji nyali kita. Karena dilakukan dengan tangan dan kaki terbuka tanpa ada pengamanan. Tapi disitulah bedanya permainan tradisional ini dengan yang lain, sehingga menjadi daya tarik banyak penonton. Meskipun para penonton kadang harus berhati-hati saat menyaksikan pertandingan sepak sawut. Sebab kadang bola api mau keluar lapangan sdan mengenai penonton.

Agar permainan semakin menarik, permainan sepak sawut umumnya dijadwalkan pada malam hari. Tidak lain, supaya bola apinya terlihat lebih jelas dan menantang untuk dimainkan. Keriuhan penonton pun akan tercipta ketika tim dukungannya berhasil mencetak gol. Di Kalimantan Tengah setiap tahunnya akan diadakan pertandingan sepak sawut ini dalam festival-festival tertentu. Langkah itu dilakukan demi melestarikan permainan ini yang sudah mulai langka ditemui.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
1. http://travelnet-id.blogspot.co.id/2013/11/sepak-sawut-sepak-bola-ekstrem-dari.html
2. http://www.beritasampit.com/index.php/kotawaringin/seruyan/item/1890-sepak-sawut-yang-semakin-digemari-kamu-berani/1890-sepak-sawut-yang-semakin-digemari-kamu-berani
Sumber Gambar:
1. http://lirik-kiri-kanan.blogspot.co.id/2014/05/besei-kambe-festival-budaya-adat-suku.html
2. http://fotokita.net/foto/137416755310_0056865/sepak-sawut

Related Posts :