Senin, 03 Oktober 2016

Permainan Tradisional Pacu Codang

Bagi yang di daerahnya terdapat sungai-sungai kecil bisa memanfaatkannya sebagai area untuk bermain Pacu Codang. Tahukah Anda permainan tradisional pacu codang? Mungkin masih banyak yang terasa asing jika mendengar namanya, namun permainan ini punya nama lain yang mungkin Anda kenal, yaitu getek pohon pisang. Ya, permainan pacu codang adalah permainan yang memakai batang pohon pisang yang kemudian disusun seperti getek. Masyarakat Sumatera Barat menyebutnya dengan nama pacu codang.

Di permainan ini kita berpacu adu kecepatan dengan pihak lawan. Jadi, jenis permainannya adalah balapan yang dilakukan di atas air. Dengan menggunakan dua atau tiga batang pisang yang direkatkan, kita menaikinya dengan posisi badan tengkurap. Hal yang sama juga dilakukan oleh pihak lawan atau peserta yang lain. Dan permainan ini akan seru dimainkan jika pesertanya semakin banyak. Nantinya para peserta harus mencapai garis finish di bagian sungai yang telah ditetapkan.

Peraturannya, karena dimainkan dengan posisi tengkurap, maka untuk melajukan pacu codang itu (getek pohon pisang) hanya dibolehkan dengan menggunakan tangan atau kaki sebagai pengayuh. Tidak diperkenankan berlaku curang dengan membawa alat pengayuh berupa benda, seperti papan, kayu, dan lainnya. Di sinilah keseruan permainan ini, dikarenakan proses melajukannya menggunakan tangan dan kaki, kadangkala arah laju pacu codang tidak terarah dengan baik. Ada yang berputar-putar ke segala arah, atau pun yang kesulitan menyeimbangkan tubuhnya di atas batang pisang tersebut.


Gambar 1: Permainan Tradisional Pacu Codang

Peserta yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, sudah barang tentu akan terjatuh ke sungai dan terlepas dari pacu codang. Harus ada kesepakatan untuk itu, apakah jika peserta terjatuh dari pacu codang masih diperkenankan untuk kembali bermain atau tidak. Jika boleh, maka peserta bisa dengan segera bergegas meraih pacu codangnya untuk kembali mengejar peserta yang lain. Peserta yang duluan sampai ke garis finish akan menjadi pemenang.

Tapi harus diingat, untuk mencapai ke garis finish tidaklah mudah. Melajukan pacu codang hanya menggunakan bantuan tangan dan kaki sebagai pengayuh membutuhkan stamina ekstra. Tidak jarang banyak peserta kelelahan di tengah jalan karena kecapekan mengayuh pacu codang tersebut. Ditambah lagi dengan sulitnya mengatur arah pacu codang untuk bergerak maju. Tak pelak, kelucuan-kelucuan tersaji dalam permainan tradisional ini.

Karena itulah, bila melihat permainan ini dari sudut pandang nilai positif, maka permainan ini mengandung ajaran untuk senantiasa bekerja keras dalam menggapai tujuan. Jangan mudah menyerang bila menghadapi rintangan. Sebab, tidak ada keberhasilan tanpa sebuah perjuangan.

Sebagai catatan, untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya ketika memainkan permainan ini ada pengawasan dari orangtua atau orang dewasa. Mengingat permainan pacu codang dimainkan di sungai sehingga ada peluang yang bisa membahayakan. Maka permainan pacu codang sebaiknya diperuntukkan hanya kepada mereka yang mahir berenang. Bagi yang belum bisa berenang disarankan jangan coba-coba memainkan permainan tradisional jenis ini demi keamanan bersama.

Permainan pacu codang bisa menjadi alternatif permainan tradisional yang seru lagi mengasyikkan di tengah gempuran permainan modern saat ini. Apalagi pada momen kemeriahan seperti peringatan hari kemerdekaan, tentu sangat cocok bila diisi dengan mengadakan lomba permainan pacu codang ini, hari kemerdekaan tidak melulu diisi dengan lomba panjat pinang.

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
http://www.antarasumbar.com/berita/182180/melestarikan-permainan-tradisional-pacu-codang.html
Sumber Gambar:
http://www.antarasumbar.com/berita/182180/melestarikan-permainan-tradisional-pacu-codang.html

Related Posts :