Jumat, 30 September 2016

Ciptakan Keceriaan Anak dengan Permainan Babalonan Sarung

Di Jawa Barat ada satu permainan tradisonal yang cukup seru namanya Babalonan Sarung. Mungkin di daerah lain juga ada permainan ini, hanya penyebutan namanya saja yang berbeda-beda. Sesuai dengan namanya, permainan ini memanfaatkan kain/sarung sebagai media utama. Ya, cukup dengan sarung tanpa perlu perlengkapan lain kita sudah bisa menciptakan keceriaan anak-anak dengan bermain Babalonan Sarung ini.

Cara bermainnya juga sangat sederhana. Siapapun boleh mencoba memperaktekkannya. Ada tiga jenis permainan yang bisa dimainkan. Yang pertama dengan melemparkan sarung ke udara dengan teknik khusus hingga sarung membentuk seperti balon-balon yang mengembang. Nah, agar sarung dapat terbang dengan posisi mengembang, caranya dengan memasukkan sarung itu ke dalam lengan bahu kita. Kemudian lengan kita putar dengan cepat hingga sarung tersebut pun ikut berputar. Lambat laun kita upayakan putaran tangan semakin cepat sampai sarung itu terhempas ke udara. Hempasan yang sempurna dari lengan mampu mengembangkan sarung ke udara dengan mengesankan.


Gambar 1: Babalonan Sarung versi satu

Jenis babalonan sarung yang seperti ini biasanya dimainkan oleh anak-anak sepulangnya dari tempat ibadah (mesjid). Sambil berlari-lari pulang, mereka melemparkan sarung yang dibawanya itu ke udara secara bergantian. Hal itu dilakukan untuk memperlihatkan kepada temannya kepiawaian mereka dalam menerbangkan sarung dengan sempurna. Luapan canda dan tawa pun tak terelakkan ketika misalnya, ada yang gagal dalam menerbangkan sarung miliknya tersebut.

Babalonan sarung jenis yang kedua dimainkan dengan membentuk sarung seperti sebuah parasut. Dengan cara, ujung sarung yang satu diikatkan ke bagian pinggang, sedangkan ujung yang satunya lagi dipegang dengan kedua tangan membentuk parasut. Nah, cara bermainnya, anak-anak harus berlari-lari sehingga sarung yang berada di belakang mampu terbentang menyerupai parasut. Anak-anak boleh saling berkejaran satu sama lain agar permainan Babalonan Sarung semakin seru. Lari dengan bentangan sarung di belakang tentu akan memberikan sensasi menarik tersendiri.


Gambar 2: Babalonan Sarung versi dua

Selanjutnya adalah Babalonan Sarung jenis yang ketiga, yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang kedua. Hanya saja, ujung sarung tidak diikatkan pada pinggang anak. Melainkan pada leher dengan kekuatan yang aman. Maksudnya, kekuatan ikatan kainnya jangan sampai terlalu kuat apalagi sampai mencekik leher. Sedangkan di ujung sarung yang satunya lagi dibiarkan menggantung begitu saja. Cara bermainnya anak tinggal berlari-lari mengitari daerah permainan. Ketika anak berlari kita akan melihat kain sarung akan terbang seperti sayap untuknya. Anak biasanya senang dengan keadaan itu, sebab mengingatkannya pada tokoh superhero, Superman.

Permainan Babalonan Sarung sering dipandang positif terutama untuk mengenalkan anak dengan produk Indonesia, yaitu kain/sarung batik. Lewat permainan ini anak-anak sedari dini dilkenalkan dengan sarung-sarung bermotif batik khas daerah masing-masing guna mempertahankan kelestariannya. Ya begitulah, selalu saja ada nilai-nilai positif yang terkandung pada sebuah permainan tradisional. Selamat mencoba!

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
1. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/serunya-bermain-babalonan-sarung/
2. http://harblue.blogspot.co.id/2013/09/festival-kaulinan-urang-lembur-2013.html
Sumber Gambar:
1. http://harblue.blogspot.co.id/2013/09/festival-kaulinan-urang-lembur-2013.html
2. http://www.kompasiana.com/mariahardayanto/ulin-bdg-festival-kaulinan-bandung-di-ruang-publik_55191cfb81331114749de0ee

Related Posts :