Rabu, 10 Desember 2014

Berlatih Kecepatan dengan Galah Asin

Ada dua kelompok anak sedang berkumpul di lapangan. Kira-kira apa yang akan mereka lakukan? Main bulu tangkis? Voli? Atau tenis? Ternyata bukan ketiganya. Mereka akan bermain galah asin.

Galah asin adalah salah satu permainan tradisional dari Indonesia. Permainan galah asin bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan tanpa ada batasan umur. Permainan ini mempunyai nama berbeda di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Barat dan Jakarta permainan ini bernama ‘galah asin’ atau ‘galasin’. Di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah permainan ini disebut ‘gobag sodor”. Sementara di Riau permainan ini dikenal dengan nama ‘cak bur’ atau ‘main belon’.

Kata ‘galah’ dan ‘sodor’ berarti sebuah tombak atau tongkat panjang. Sementara kata ‘gobag’ berarti bergerak dengan bebas. Begitu pun kata ‘asin’ menunjukkan daerah bebas.

Lalu apa yang dapat dilakukan dengan tongkat dan daerah bebas?


Gambar 1. Galah asin

Pemain menggunakan tongkat atau benda lain untuk membuat garis arena permainan. Arena ini tidak mempunyai batasan ukuran tertentu. Syarat utamanya pemain dapat bergerak leluasa di arena permainan yang terdiri dari 6 petak. Bisa juga arena hanya terdiri dari 4 petak jika jumlah pemainnya sedikit. Petak-petak inilah yang menjadi daerah bebas.

Setelah arena permainan selesai dibuat, saatnya untuk membentuk kelompok. Permainan galah asin terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok penyerang dan kelompok penjaga. Masing-masing kelompok bisa terdiri dari 3 sampai 5 orang. Kemudian pemain harus menentukan kelompok mana yang bertugas sebagai penjaga dan kelompok mana yang menjadi kelompok penyerang.

Kelompok yang bertugas untuk menjaga akan berdiri di sepanjang garis petak baik secara vertikal maupun horizontal. Sementara kelompok penyerang harus berusaha melintasi petak-petak dan bergerak cepat untuk menghindari penjaga. Pemain akan mulai permainan dari sisi luar arena permainan kita sebut saja sebagai titik ‘mulai’. Lalu melintasi petak sampai di sisi luar arena yang lain atau titik ‘balik’. Kemudian kembali melintasi petak menuju titik ‘mulai’. Seperti yang terlihat pada ilustrasi permainan galah asing di samping. Jika salah satu pemain penyerang tertangkap, maka kelompok penyerang kalah.

Peraturannya tidak hanya itu. Ada beberapa peraturan lain yang harus diperhatikan oleh kelompok penjaga maupun kelompok penyerang. Kelompok penjaga harus tetap berada di garis ketika akan menangkap tim penyerang. Sementara kelompok penjaga tidak boleh keluar arena permainan kecuali ketika berada di titik ‘mulai’ dan dan titik ‘balik’. Selain itu, setiap petak hanya boleh diisi oleh satu penyerang. Jika satu petak berisi dari 2 orang pemain penyerang, maka kelompok serang dinyatakan kalah. Saat kelompok penyerang kalah, maka terjadi perubahan posisi. Kelompok penyerang akan menjadi kelompok penjaga, sementara kelompok penjaga akan menjadi kelompok penyerang. Suatu kelompok bisa dikatakan menang ketika seluruh pemain dalam kelompok itu berhasil melewati penjaga dan kembali ke titik mulai.

Permainan bisa diulang berkali-kali sesuai kesepakatan pemain. Saat kita bermain galah asin kita bisa berlatih meloloskan diri dengan cepat. Tidak hanya itu, permainan galah asin juga melatih kelincahan, komunikasi antar pemain, kepemimpinan, dan mengatur strategi. Setiap pemain harus bisa saling bekerjasama baik untuk meloloskan diri maupun untuk menangkap pemain lawan. Bagaimana? Bermain galah asin sangat menyenangkan dan menyehatkan, bukan?

Oleh : Listya Dara Sunda Prabawa
Sumber:
http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/626/Galah-Asin-Permainan/
http://id.voi.co.id/voi-pesona-indonesia/5787-gobak-sodor-permainan-tradisional-indonesia/

Gambar:
Ilustrasi Permainan Galah Asin, dibuat oleh: Listya Dara

Related Posts :