Jumat, 21 November 2014

Egrang, Di Manakah Keberadaanmu Kini?

Egrang berasal dari bahasa Lampung artinya terompah pancung yang terbuat dari bambu panjang. Sebutan untuk permainan egrang bermacam-macam. Ada yang menyebutnya tengkak-tengkak (sebagian wilayah Sumatra Barat), ingkau (Bengkulu), Tilako Mbuku (Sulawesi Tengah), metinggo (Sulawesi Tenggara), jangkungan (Jawa Tengah). Disebut jangkungan karena mirip burung yang berkaki panjang.

Egrang adalah salah satu permainan tradisional yang dilakukan oleh seseorang dengan berjalan menggunakan sepasang bambu. Permainan ini bisa dilakukan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Pemain egrang akan menaiki bambu yang pada sisi bambu tersebut diberi pijakan kaki. Kunci dalam memainkan egrang yaitu keberanian, rasa percaya diri bahwa kita bisa menggunakannya serta keseimbangan tubuh. Karena pada saat berjalan, bambu itulah yang menopang tubuh kita. Apabila keseimbangan tubuh tidak terjaga dengan baik saat menaiki egrang maka dipastikan kita akan terjatuh. Memang bisa dikatakan permainan tradisional yang satu ini cukup sulit sehingga tidak semua orang dapat memainkannya.

Egrang dulu sangat mudah kita jumpai. Namun kini, permainan ini sangat jarang dimainkan oleh anak-anak. Permainan egrang hanya dapat dijumpai saat kegiatan-kegiatan tertentu seperti peringatan kemerdekaan atau lomba dan saat perayaan setelah Joko Widodo dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-7 pada Senin, 20 Oktober 2014 lalu.


Gambar 1. Berjalan dengan egrang

Terdapat beberapa jenis egrang, diantaranya:
  • Egrang pegangan
  • Egrang pasak
  • Egrang drywall
  • Egrang pegas; modifikasi egrang yang dilengkapi dengan pegas seberat 8 kilogram, masing- batang diberi pegas seberat 4 kilogram. Dengan adanya pemberian pegas pada masing-masing bambu menyebabkan loncatan yang tinggi. Egrang pegas bisa dikatakan sebagai egrang masa kini (modern).

Ukuran egrang disesuaikan dengan si pemakai. Umumnya, panjang egrang kurang lebih 175 sentimeter hingga 2,5 meter. Sedangkan sekitar 30-50 sentimeter dari bawah, dibuat tempat pijakan kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20-30 sentimeter. Permainan egrang bisa dilakukan di mana saja dan tidak membutuhkan halaman luas. Asal di atas tanah yang rata. Selain itu, permainan ini juga dapat dilakukan di tepi pantai.

Alat egrang bisa kita buat sendiri. Berikut cara membuat egrang:
  • Potong bambu menjadi dua bagian dengan panjang masing-masing sekitar 175 sentimeter hingga 2,5 meter.
  • Potong bambu yang lain menjadi dua bagian dengan panjang masing-masing sekitar 20-30 sentimeter sebagai pijakan kaki.
  • Selanjutnya, salah satu ruas bambu yang berukuran panjang 175 sentimeter hingga 2,5 meter tadi dilubangi untuk memasukkan bambu yang berukuran pendek (sebagai pijakan kaki).
  • Setelah bambu untuk pijakan kaki terpasang, maka bambu tersebut siap untuk digunakan.

Manfaat permainan egrang yaitu dapat merangsang perkembangan koordinasi mata dengan anggota badan lainnya, meningkatkan kemampuan motorik dan koordinasi tubuh anak, melatih emosional anak. Karena dalam bermain egrang diperlukan kesabaran. Berbeda halnya dengan permainan modern saat ini yang cenderung menggunakan permainan elektronik. Permainan elektronik cenderung mengurangi aktivitas gerak anak-anak.

Oleh : Wahyu Inayah
Referensi:
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2013/11/sejarah-permainan-traditional-egrang.html
http://www.kaskus.co.id/show_post/52b1e69f0d8b46ef458b45fe/475/-

Gambar: dokumentasi pribadi

Related Posts :