Jumat, 14 November 2014

Cara Asyik Bermain Kelereng

Permainan kelereng adalah permainan yang menggunakan bola kelereng (di beberapa tempat disebut juga “gundu”). Permainan kelereng adalah salah satu permainan tradisional yang ada di kalangan anak anak dan Jaman dulu begitu populer sekali. Biasanya permainan ini dimainkan dengan cara disentil atau dimainkan di tanah. Jaman sekarang ini, permainan ini jarang sekali ditemukan. Waktu kecil, pasti kita ingat waktu sekolah pasti kita memainkan kelereng bersama teman kita. Sekarang permainan ini jarang ditemukan karena seiring perkembangan jaman, dan banyak ditemukan mainan mainan model terbaru yang menarik perhatian. Biasanya, permainan ini dimainkan di tanah dan disentil seperti gambar di bawah ini. Jika permainan ini dilakukan dengan teman teman pasti sangat menyenangkan sekali.

Kali ini, saya akan mempunyai cara unik bermain kelereng. Cara permainan kali ini, berbeda dari biasanya. Permainan ini tidak begitu sulit dari biasanya. Berikut cara permainan kelereng yang akan saya bahas:

1. Membuat kelompok

Permainan ini harus beranggotakan lebih dari satu orang. Setiap anggota harus memiliki beberapa kelereng. Setiap kelereng yang dipegang nantinya akan ditebak oleh orang lain. Dalam permainan ini, harus dilakukan secara kelompok karena nantinya semua kelereng akan di tebak oleh anggota yang lain secara bergantian. Sebaiknya, untuk permainan ini harus memiliki kelereng lebih dari lima biji.


Gambar 1. Bermain kelereng di pinggir rel kereta

2. Menggenggam kelereng yang diambil

Kita mengambil kelereng yang diambil dan genggam di tangan. Kita harus mengingat jumlah kelereng yang kita pegang. Nantinya kita harus bisa menebak jumlah semua kelereng semua teman kita. Seandainya, kita mengambil kelereng lima biji di tangan, jangan sampai anggota lain tahu jumlah kelereng yang dipegang. Usahakan kita menggenggam kelereng yang rapat di tangan kita, jangan sampai kelihatan. Cara menggenggam kelereng seperti gambar di bawah ini:


Gambar 2. Menggenggam kelereng

3. Menyebutkan jumlah kelereng

Setelah semua anggota menggenggam masing-masing kelereng di tangan, dimulai oleh orang pertama untuk menyebutkan satu angka yang merupakan perkiraan jumlah keseluruhan kelereng dalam kelompok tersebut. Sebagai contoh, saya menyebutkan angka 20 sebagai angka yang saya pilih sedangkan yang lain tidak boleh menyebutkan angka yang sama. Angka tersebut disebutkan secara bergantian oleh setiap anggota yang lain. Misalkan anggota lain menyebutkan angka 10, 16 dan 17.

4. Memperlihatkan kelereng yang digenggam di tangan

Setelah itu, semua anggota memperlihatkan kelereng yang ada ditangannya. Anggota yang menyebutkan angka yang sesuai dengan jumlah keseluruhan kelereng, dia berhak mendapatkan semua kelereng yang digenggam oleh anggota lain. Setelah semuanya memperlihatkan kelereng yang dipegang masing-masing, dan ternyata jumlah semua kelereng ada di tangan teman saya dan saya semuanya berjumlah 20. Angka yang saya pilih adalah benar berarti semua kelereng yang dipegang oleh teman saya menjadi milik saya.


Gambar 3. Memperlihatkan kelereng

Kesimpulan yang didapat adalah jangan pernah meninggalkan permainan tradisional karena sebenarnya banyak sekali hal yang menarik dan sangat berguna yang bisa diambil dari permainan permainan jaman dulu, apalagi permainan kelereng. Permainan kelereng ini dapat dimainkan dengan berbagai cara, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyukai permainan tradisional dan bagi anak anak sangat berguna sekali membantu dalam pendidikannya.

Oleh ; Jenny
Gambar:
1. http://www. hipwee. com/wp-content/uploads/2014/09/194462_bermain-kelereng-pinggir-rel-kereta_663_382. jpg
2. http://3. bp. blogspot. com/_OrNDs4qOgQQ/TPp9juMZovI/AAAAAAAADkw/7K_gDE5nGkw/s1600/image4. jpeg
3. http://img821. imageshack. us/img821/8522/20110606102048. jpg

Related Posts :