Jumat, 28 November 2014

Asiknya Bermain Petak Umpet

Bagi masyarakat Indonesia, permainan tradisional petak umpet sudah tidak asing lagi. Permainan ini mempunyai keasikan tersendiri dalam memainkannya. Anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak atau murid-murid di tingkat Sekolah Dasar banyak yang menyukai permainan ini. Dalam memainkannya tidak diperlukan alat-alat, maka tidak heran jika permainan ini dikatakan sebagian orang sebagai permainan yang murah meriah. Tidak seperti PlayStation atau produk-produk permainan impor yang harganya relative tinggi dan dapat menguras saku para orang tua.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang atau lebih, satu diantaranya bertugas sebagai penjaga atau orang yang mencari, sedangkan sisanya yang lain bersembunyi di sekitarnya. Permainan ini diperlukan strategi siasat dalam mencari tempat persembunyian yang aman supaya penjaga atau orang yang bertugas mencari tidak menemukan persembunyiannya.

Pada permulaan permainan, penjaga menghitung angka yang telah ditentukan, biasanya berhitung sampai angka 25, dengan mata tertutup menghadap ke dinding, sementara para pemain sibuk mencari tempat persembunyian. Setelah hitungan mencapai angka 25, maka barulah penjaga mencari target pencarian. Penjaga dilarang untuk berbuat curang, yaitu dengan mengintip di sela-sela hitungannya, ia harus jujur sehingga ketidaktahuannya itu akan menjadi hal yang menarik dalam permainan ini. Para pemain lain pun hendaknya jangan mencari tempat persembunyian terlalu jauh di luar area permainan atau di tempat-tempat berbahaya, seperti tempat-tempat yang memungkinkan adanya binatang berbisa seperti ular ,atau tempat-tempat ketinggian yang berbahaya.

Tempat persembunyian dapat dilakukan di mana saja, asalkan tidak sangat jauh dan keluar area permainan. Bisa bersembunyi, dibalik dinding, di bawah meja, di balik pagar atau sekat, dibalik pohon, atau dimana saja yang dianggap aman untuk tidak diketahui penjaga. Sedangkan sang penjaga berdiri menjaga dinding dan sesekali kesana kemari mencari teman-teman lainnya yang tengah bersembunyi.

Permainan berakhir jika penjaga sudah menemukan semua para pemain yang bersembunyi, namun jika penjaga gagal menemukan persembunyian maka penjaga tetap bertugas untuk menjaga. Penjaga akan merasa gembira jika sudah menemukan peserta lainnya, semakin cepat dia menemukan akan lebih baik, karena nantinya ia akan bergantian posisi menjadi peserta yang bersembunyi, dan hal itu tidak melelahkan fisiknya. Yang tadinya harus kesana kemari mencari teman-teman lainnya, selanjutnya hanya berdiam diri bersembunyi banyak beristirahat dan tidak banyak mengeluarkan suara agar persembunyiannya tidak diketahui penjaga.



Permainan ini lumayan menegangkan jika dilakukan, perasaan was-was para pemain yang bersembunyi sangat kuat, karena tidak ingin persembunyiannya diketahui. Permainan petak umpet ini dapat dilakukan berjam-jam, karena tidak membosankan, juga melatih daya pikir dan kelincahan. Bagi masyarakat sunda atau jawa, permainan ini banyak dimainkan pada waktu sore hari atau ketika malam hari, Nampak anak-anak yang masih polos situ dengan ceria berpakaian mengaji dengan kain sarung yang dililit ataupun mengenakan peci, ketika bulan memancarkan keindahannya ditambah suasana sejuk alami dan keceriaan, sebelum atau sesudahnya aktifitas mengaji di masjid. Menjadikan anak-anak lebih giat lagi pergi ke masjid.

Oleh : Dodi Budiana
Sumber: Keterangan Ibu Nuraini. Pengajar TK Khadijah Banjar Sari, Jawa Barat
Sumber foto : Foto Pribadi Rasel Rosita Dewi, Kota Banjar Sari, Jawa Barat

Related Posts :