Selasa, 07 Oktober 2014

Permainan Tradisional Jawa – Jogja

Setelah sempat membahas mengenai permainan tradisional jawa dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, sekarang kita akan membahas permainan tradisional dari Jogja.



  1. Ancak-Ancak Alis

    Permainan ancak-ancak alis bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan, dan dimainkan beramai ramai.

    Cara bermain:

    Dua orang anak menggabungkan kedua tangan mereka dan diangkat tinggi-tinggi agar bisa dilewati teman mereka. Kemudian anak-anak yang lain membuat rangkaian, setelah itu satu persatu memasuki melewati kedua anak tadi, sambil menyanyikan lagu. Permainan ini hampir sama dengan permainan Ular Naga, hanya saja lagunya yang berbeda.
  2. Udan barat

    Permainan ini menggunakan pecahan ubin/genting disebut gacuk.

    Cara Bermain:

    Pemain melemparkan batu ke garis, pemain yang gacuknya paling dekat dengan garis dia yang mulai main. Gacuk dipasang di kaki, kemudian orang berjalan jingkat jingkat dengan gacuk terpasang di satu kaki. Konsekuensi bagi yang kalah dalam permainan ini harus menggendong teman yang menang, dari garis ke garis.
  3. Bangun duduk

    Permainan ini dapat dimainkan anak laki-laki maupun perempuan. Minimal pemain dalam permainan ini tiga orang. Permainan ini selain bisa untuk mengisi waktu luang juga bisa melatih kecepatan, karena dalam permainan ini diharuskan untuk berlari.

    Cara bermain:

    Semua pemain melakukan “hom pim pah” kemudian siapa yang kalah menjadi penjaga. Setelah diketahui siapa yang menjadi penjaga permainan dapat dimulai, nah pemain yang menang bisa memulai mengganggu yang kalah. Penjaga/pemain yang kalah harus berhasil mengejar teman yang menang dan menyentuhnya, apabila berhasil maka pemain yang disentuh giliran jaga tetapi syaratnya pemain yang disentuh harus dalam posisi berdiri karena apabila dalam posisi duduk(jongkok) maka pemain tidak bisa disentuh dan penjaga harus mencari teman lain yang tidak jongkok. Jadi pemain menang harus waspada, bila sudah terlalu dekat dengan penjaga harus segera lari atau duduk. Pemain yang sudah jongkok tidak bisa asal berdiri, pemain harus menunggu disentuh teman lain yang tidak jongkok (bebas), bila semua pemain jongkok maka pemain jaga harus menghitung dan saat itu semua pemain harus berdiri lagi dan mulai main seperti awal.
  4. Gobak Sodor

    Permainan ini bisa dimainkan minimal 6orang, kemudian pemain dibagi dalam 2 kelompok, dalam 1 kelompok bisa campuran ada anak laki-laki dan perempuan. Permainan Gobak Sodor, biasanya dilakukan di halaman rumah yang agak luas. Permainan ini juga bisa dimanfaatkan untuk olahraga.

    Manfaat dari melakukan olahraga ini adalah kecepatan karena pemain harus berlari, kecermatan(karena harus menjaga pintu agar tidak kecolongan), kekompakan, sportifitas, dan senang(mengisi waktu luang).

    Cara bermain:

    • Sebelum permainan dimulai arena dibuat dulu atau dibuat garis-garis yang berguna sebagai pembatas dan pintu. Garis-garis yang diperlukan bisa dibuat dengan kapur.
    • Arena/garis yang diperlukan pun sederhana, kurang lebih hanya seperti ini:



      Bentuknya/jumlah pintu (garis horizontal) bisa disesuaikan dengan banyaknya pemain tiap kelompok. Gambar di atas digunakan bila jumlah pemain tiap kelompok 4 orang, jadi 3 orang jaga di tiap garis horizontal dan satu di garis vertikal. Namun bisa juga bila hanya ada 3 orang, sehingga 2 jaga digaris horizontal dan satu orang harus merangkap tugas jaga di garis/pintu depan sekaligus di garis vertikal.
    • Pemain dibagi dalam dua kelompok dengan cara setiap 2orang melakukan pingsut(suit), kemudian pemain yang kalah dan menang berkumpul dengan sesama yang kalah/menang.
    • Seperti permainan-permainan yang lain, pemain yang kalah bertugas sebagai penjaga.

      Aturan mainnya: Penjaga harus mencegat lawan agar tidak bisa lolos, masing-masing orang satu pintu (garis horizontal), namun harus ada satu yang menjaga pembatas tengah (garis vertikal tengah). Penjaga garis horizontal tugasnya berusaha menghalangi lawan yang berusaha melewati garis, sedangkan yang bertugas menjaga garis vertikal harus menjaga seluruh garis batas yang ada di tengah lapangan.

      Semua pemain yang menang harus melewati seluruh pintu(garis horizontal), kemudian kembali lagi melewati pintu-pintu tadi tanpa boleh terkena/tersentuh oleh pemain jaga. Bila berhasil maka mendapat poin dan mengulangi lagi melewati pintu-pintu, tapi bila tersentuh pemain jaga maka pemain harus rela untuk bertukar posisi dengan pemain jaga.

      Kata “Gobak Sodor” sendiri di ambil dari kata Go Back to Door. Mengapa dinamakan seperti itu, karena dalam permainan ini pemain harus melewati pintu-pintu yang setiap pintu selalu ada halangan, kemudian pemain harus kembali lagi ke pintu awal. Apabila kita cermati sebenarnya permainan ini mengandung nasihat, yaitu “Dalam kehidupan seseorang pasti melalui tahap-tahap dari lahir, remaja, namun tentu tiap tahapan itu memiliki rintangan/halangan, hingga pada akhirnya kita akan kembali lagi yaitu kepada Sang Pencipta.”
Selain dari permainan di atas masih ada beberapa permainan yang lain, seperti: gotri legendri, bethet thing thong, tawonan, jek-jekan, engklek, jamuran, dingklik oglak aglik, kempyeng, dan mungkin juga masih ada permainan tradisional dari Jogja yang tidak saya ketahui.

Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi: http://jogjaicon.blogspot.com/2011/03/dolanan-bocah-ala-yogyakarta-yang.html

Related Posts :