Rabu, 08 Oktober 2014

Permainan Tradisional Jawa – Jawa Barat - 1

Permainan Tradisional Jawa merupakan warisan budaya leluhur yang saat ini sangat jarang ditemui atau dimainkan oleh anak-anak. Anak-anak jaman sekarang lebih memilih untuk main game online, play station, atau gadget-gadget yang saat ini dapat dijumpai di mana saja. Kita sebagai generasi penerus seharusnya lebih mengenal budaya leluhur dan melestarikannya, termasuk permainan tradisional. Untuk itu kali ini ini saya akan membahas tentang Permainan Tradisional Jawa khususnya Jawa Barat.

1. Congklak atau Dakon

Congklak atau Dakon adalah permainan yang biasanya dimainkan anak perempuan, kadang anak laki-laki juga ikut bermain. Dakon dimainkan oleh 2 orang, dan bisa dimainkan di mana saja misalnya di teras rumah.

  • Peralatannya: alat permainannya disebut dakon, yang terbuat dari kayu, memiliki 14 lubang kecil saling berhadapan yang disebut sawah, dan memiliki 2 lubang agak besar yang disebut dengan lumbung. Bila tidak ada dakon, bisa menggunakan cara lain seperti membuat lubang di tanah atau menggambar lingkaran. Untuk bijinya bisa menggunakan batu, kelereng, biji asam atau biji lainnya yang jumlahnya 7 untuk tiap sawah (98 biji).
  • Cara bermain:

    Tahap 1: Kedua pemain duduk berhadapan, dakon diletakkan di antara keduanya, dan tiap sawah diisi dengan 7 biji batu(lumbung dikosongkan). Lumbung di sisi kanan pemain A adalah milik Si A dan sebaliknya.

    Tahap 2: Kedua pemain pingsut(suit) untuk menentukan siapa yang main terlebih dahulu. Pemenangnya(misal A) mengambil biji dari sawah pertama kemudian meletakkan satu-satu di sawah berikutnya sampai berhenti di lumbungnya, kemudian giliran Si B melakukan hal yang sama.

    Tahap 3: Si A boleh memilih mau mengambil biji dari sawah yang mana saja asal sawah miliknya dan meletakkan satu-satu pada tiap sawah dan lumbung (kecuali lumbung si B). Jika biji habis di sawah yang berisi biji lain, maka A dapat mengambil biji-biji tersebut dan lanjut mengisi. Bila biji habis di lumbung, maka A dapat melanjutkan mengisi dengan memilih sawah di sisi lumbung. Jika biji habis di sawah B yang kosong maka A berhenti bermain, tetapi bila habis di sawah sendiri yang kosong dan di seberangnya yaitu sawah si B berisi maka seluruh isi sawah itu menjadi milik si A.

    Tahap 4: Setelah itu si B dapat gantian bermain, dengan peraturan yang sama. Dan permainan ini berakhir apabila sudah tidak ada biji yang tersisa di sawah. Pemenangnya adalah pemilik lumbung yang bijinya lebih banyak.




2. Sondah atau sundah mandah atau dengklek

Sondah atau sundah mandah atau dengklek adalah permainan yang dapat dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Permainan ini perlu kelincahan karena anak harus menjaga keseimbangan dengan bertumpu pada satu kaki. Permainan ini dapat dilakukan di mana saja, di area yang agak luas. Arenanya dibuat petak-petak dengan digaris misal dengan kapur, tiap petaknya memiliki ukuran yang sama.

  • Cara bermain:

    Tahap 1: Setiap anak akan bermain sesuai nomor urut dan harus meletakkan gacuk(dari pecahan genting/keramik/apa saja) pada petak A dan kemudian tiap anak harus melewati semua petak dari A sampai H di mana posisi petak yang ada gacuk milik kita itu harus dilompati/dilampaui, setelah sampai H harus kembali lagi. Saat di petak B pemain mengambil gacuk yang ada di petak A kemudian keluar area.

    Jika pemain berhasil tanpa kesalahan maka pemain dapat melempar gacuk ke petak B dan seterusnya.

    Pemain dianggap melakukan kesalahan bila melanggar aturan, seperti: menginjak garis petak, keluar dari petak, salah melempar gacuk(masuk ke petak yang tidak seharusnya), dan menginjak gacuk.

    Apabila pemain melakukan kesalahan maka dilanjutkan pemain berikutnya.

    Tahap 2: Pemain yang berhasil melewati semua petak berhak mendapatkan petak(sawah) dengan cara berdiri membelakangi petak, kemudian meletakkan gacuk pada telapak tangan kemudian membalik dengan cepat agar gacuk itu jatuh pada punggung tangan. Dan saat gacuk ada di punggung tangan, gacuk dilempar ke belakang dengan hati-hati agar masuk ke salah satu petak, bila gacuk jatuh di salah satu petak yang belum ada pemiliknya sawah itu berhak menjadi miliknya.

    Pemenang dari permainan ini adalah pemilik sawah terbanyak.



Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
Prana, Indiyah. 2010. Permainan Tradisonal Jawa. Klaten: Intan Pariwara.
http://www.indonesiadalamtulisan.com/2012/07/permainan-tradisional-jawa.html
http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=1006&lang=

Related Posts :